adsense

Tuesday, May 5, 2015

Seorang Ayah (Dulu dan sekarang)

Pada tahun 50'an, seorang ayah berdoa agar anaknya akan belajar bahasa inggris. Sekarang, seorang ayah berdoa agar anaknya bisa berbicara inggris.

Pada tahun 50'an, Jika seoranag ayah membangun sebuah rumah untuk tempat tinggal keluarganya, dia termasuk ayah yang berhasil. Sekarang, bukan hanya rumah, tetapi juga kolam renang dan garasi mobil, dan semua itu belum menjadikan seorang ayah yang berhasil, itu hanyalah sebuah rumah rekreasi.

Pada tahun 50'an, Seorang ayah akan menunggu dokter keluar dari ruang persalinan dan bertanya apakah bayinya perempuan atau laki laki. Sekarang, seorang ayah harus memakai baju pelapis, tahu bagaimana cara bernafas, dan memastikan bahwa battrey Handycam sudah terisi penuh.

Pada tahun 50'an, seorang ayah memberikan baju kesayangannya kepada annaknya. Sekarang, anak anak bahkan tidak akan mau menyentuh pakaian ayahnya ketika habis berolah raga.

Pada tahun 50'an, seorang ayah dapat mengandalkan ayahnya untuk meneruskan bisnis keluarga. Sekarang, seorang ayah akan berdoa agar anaknya segera lulus dari kuliahnya kemuadian minta diajari cara menggunakan komputer dan memasang VCD.

Pada tahun 50'an, seorang ayah membangunkan anaknya dengan lembut dan berbisik,"Bangun, waktunya berangkat ke sekolah." Hari ini, anak anak akan membangunkan ayahnya dengan kasar pada jam 4 a.m. dan berteriak, "Bangun yah! sekarang waktunya latihan sepakbola."

Pada tahun 50'an, seorang ayah berdoa agar anaknya akan belajar bahasa inggris. Sekarang, seorang ayah berdoa agar anaknya bisa berbicara inggris.

Pada tahun 50'an, seorang ayah akan memberikan satu pak buku tulis di hari ulang tahun anaknya, dan anaknya akan sangat senang. Sekarang, seorang ayah akan menghabiskan $ 30 di sebuah toko maian untuk membeli sebuah game "nitendo" dan anaknya akan berkata, "Yah, tapi aku menginginkan Play Station2".

Pada tahun 50'an, seorang ayah pulang dari tempat kerjanya dan menemukan istri beserta anak anaknya tengah menunggu di meja makan untuk makan malam bersama. Sekarang, seorang ayah akan pulang kerumah dan menemukan sebuah pesan bertuliskan; Jimmy's ada kegiatan basket, Cindy ada kegiatan kerja kelompok. Aku sedang di gym, Pizza ada di dalam kulkas.

Beruang dan Pertemanan Sejati

Pada suatu hari dua orang yang berteman baik sedang berjalan melewati sebuah hutan. Mereka berdua mengetahui bahwa hal buruk bisa saja terjadi di dalam hutan itu, jadi mereka saling berjanji bahwa mereka akan selalu bersama jika bahaya datang mengancam.

Setelah mereka jauh berjalan, tiba tiba mereka melihat seekor beruang besar berjalan mendatanginya. Mereka berdua ketakutan. Salah satu dari mereka dengan segera berlari dan memanjat pohon terdekat. Tetapi, teman yang satunya lagi tidak bisa memanjat pohon. Dia kebingungan, tidak tahu harus lari kemana. Terbawa oleh naluri alaminya, dia memutuskan untuk berbaring di tanah tanpa bernafas, berpura pura menjadi orang mati.

Beruang besar itu mendekati seorang yang berbaring di tanah. Beruang itu tampak mengendus-endus di telinga orang itu, kemudian perlahan-lahan pergi meninggalkannya terbaring di tanah. Seperti yang kita ketahui, beruang tidak akan menyentuh makhluk yang sudah mati. 

Seorang teman yang sedari tadi melihat kejadian itu tampak heran. Setelah memastikan keadaan sudah benar benar aman, dia turun dari pohon dan mendekati temannya yang tadi berbaring ditanah. 
"Aku senang kita berdua selamat dari beruang besar itu. Taukah kamu, dari atas tadi aku melihat bahwa beruang itu seperti membisik kan sesuatu padamu. Tetapi itu tidak mungkin bukan? hahaha." Kata teman yang memanjat pohon tadi.
"Ya, beruang itu memang membisikkan sesuatu kepadaku." jawab orang yang berbaring ditanah itu."dia menyarankanku untuk tidak percaya kepada teman yang tidak dapat menepati janjinya."

Pesan moral : Teman sejati adalah seseorang yang selalu mendukungmu dan selalu bersamamu dalam keadaan apapun.

Infeksi Telinga

Ketika kita berada di rumah sakit, biasanya akan selalu ada petugas yang menanyakan keluhan yang anda alami,. dan anda akan menjawabnya didepan banyak orang yang sedang mengantri disana. Kadang kadang hal itu memalukan. Tidak ada yang lebih buruk daripada seorang petugas resepsionis yang dengan keras kepala meminta anda untuk mengatakan bagian mana pada diri anda yang mengalami gangguan, di depan ruangan yang penuh dengan pasien. Sebagian dari kita pasti pernah mengalami hal ini. Dan aku sangat menyukai bagaimana orang yang satu ini berurusan dengan pertanyaan itu.

Seorang pria tua yang berumur sekitar 76 tahun berjalan melewati sebuah ruang tunggu yang penuh dengan antrian pasien, dia berjalan ke arahmeja reseptionis yang kebetulan adalah seorang wanita.
"Ya pak, apakah alasan anda menemui dokter hari ini? apakah ada yang salah pada diri anda?" tanya reseptionis itu.
"Ya, ada sesuatu yang salah dengan 'penis' ku?" jawab pria tua itu.
"Pak, anda seharusnya tidak berkata seperti itu di ruangan yang penuh pasin ini, itu tidak sopan." jawab reseptionis itu sedikit tersinggung.
"Kenapa tidak? anda bertanya kepadaku tentang apa keluhanku, dan aku menjawabnya." Kata pria tua itu.
"Sekarang anda telah mempermalukan diri anda sendiri di ruangan ini. Anda seharusnya berkata 'ada yang salah dengan telinga saya,' atau hal-hal sejenisnya kemudian mendiskusikannya dengan lebih jauh dengan Dokter." Saran reseptionis itu.
"Anda juga tidak seharusnya menayakan mengenai keluhan seseorang di depan banyak orang, jika jawaban nya mungkin akan sedikit memalukan." balas pria tua itu. Kemudian laki laki itu berjalan keluar, menunggu sebentar, kemudian kembali masuk ke ruangan itu.

Reseptionis itu tersenyum dengan sedikit rasa puas dan bertanya, "Ya, ada yang bisa saya bantu pak?"
"Ada yang salah dengan telinga saya." Jawab pria tua itu.
Reseptionis itu mengangguk tanda setuju dan tersenyum, mengetahui bahwa pria tua itu telah mengikuti sarannya. "Dan apakah yang salah dengan telinga anda pak?" tanya reseptionis itu.
"Aku tidak dapat kencing dari telingaku." jawab pria tua it.

Seketika ruang tunggu itu dipenuhi dengan gelak tawa para pasiennya.

Monday, May 4, 2015

Kisah si Tukang Kayu

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pimpinanya. Keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah bekerja selama bertahun tahun, oleh karena itu dia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Si pimpinan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Sebagai tugas terakhir, si pimpinan meminta tukang kayu itu untuk membuatkan sebuah ruma.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi si pimpinan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa, tidak enak hati untuk menolah keinginan itu. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan dalam pekerjaanya. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Sebuah rumah yang dibangun dengan setengah hati. Sungguh sayang karena ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu dan berkata, "Ambillah, ini rumahmu. Hadiah dari kami."

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain, dengan cara yang jauh lebih baik. 

Pesan Moral : Lakukan yang yang terbaik untuk hari ini.

Saturday, May 2, 2015

Jangan Membuat Ibu Marah!!!

Pada suatu hari, anakku pulang dari sekolah, dengan sebuah senyuman jahat terlihat dari wajahnya.
Dia mengira bahwa dia cukup pintar untuk mengalahkanku, Ibunya.

"Tahukah apa yang aku pelajari di sekolah hari ini bu?" tanya anakku dengan penuh percaya diri, " pelajaran yang diajarkan oleh pak Wright.yang tentang hukum yang berlaku saat ini, dengan judul berjudul "Children's Bill of Rights" (hal-hak anak) yang berbunyi;

"Aku tidak perlu membersihkan ruanganku, tidak perlu mencukur rambutku.
Tidak ada yang boleh menyuruhku tentang apa yang aku pikirkan, apa yang akan aku katakan
dan apa yang akan aku pakai.
Aku bebas untuk memilih agamaku. Tanpa mempedulikan apa yang Ibu katakan.
Aku tidak perlu menundukkan kepalaku, dan aku tidak harus berdoa.
Aku dapat memaki anting anting jika aku mau, menindik hidung atau lidahku.
Aku dapat membaca dan melihat apa yang aku sukai, memiliki tato dari kepala sampai kaki.

Dan jika Ibu memukulku, aku akan menuntut ibu atas tindakan criminal.
Aku akan menjadikan bekas pukulan itu sebagai bukti tindak kejahatan ibu.
Jangan berani berani ibu menyentuhku, Tubuhku sepenuhya milikku.
Bukan untuk dipeluk, dicium, itu adalah suatu penyalahgunaan.

Jangan berbicara tentang moral, seperti yang nenek lakukan dulu kepada ibu.
Itu adalah termasuk Tindakan pencucian otak, dan itu adalah perbuatan melanggar hukum.
Ibu, aku memiliki Hak seorang Anak, jadi ibu tidak dapat mempengaruhiku,
atau aku akan memanggil C.S.D (Children's Services Division / Divisi Pelayanan Anak)" terang anakku dengan panjang lebar.

Tentu saja, yang aku pikirkan pertama kali adalah menendang anakku keluar rumah.
Tetapi aku memiliki ide lain untuk memberi pelajaran kepada ankku yang sok tahu ini.
Aku mempertimbangkan hal ini  dengan seksama. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja.

Aku tersenyum dalam hati, anak ini membuat masalah dengan seorang profesional.

Keesokan harinya, aku mengajak anakku berbelanja di sebuah Toko Serba Ada.
Aku berkata padanya, "Pilihlah apa saja yang kamu mau, disana ada banyak obral pakaian dan celana.
Aku telah menghubungi C.S.D yang mengatakan bahwa mereka tidak peduli apakah aku membelikanmu Barang bermerek bagus atau bermerek jelek.
Aku juga telah membatalkan tes menyetirmu. C.S.D pun tidak mempermasalahkan hal itu."


Aku juga menambahkan, "Tidak ada waktu untuk berhenti dan makan, atau membeli barang terlalu banyak.
Dan besok, kamu dapat mulai untuk membuat bekalmu sendiri."
Bertahanlah ketika perutmu merasa lapar, dan sabarlah menunggu sampai makan malam.
Aku akan memasak Hati dengan bumbu bawang (aku tahu anakku tidak suka makan hati dan bawang).


Anakku bertanya, "Bisakah aku menyewa Kaset CD, untuk dilihat di VCD ku nanti?
Aku menjawab dengan santai, "Maaf,. tetapi aku sudah menjual TV untuk membeli ban mobilku.
Aku juga telah menyewakan kamarmu, kamu bisa tidur di gudang jika kamu mau.
Persyaratan yang diberikan C.S.D hanyalah tempat yang bisa menutup kepala anaknya. Jadi Tidur di gudang tidak berlawanan dengan aturan C.S.D."

"Pakaianmu tidak akan tampil trendy sekarang, dan aku akan memilih apa yang akan kita makan
Aku tidak akan memberikan uang saku lagi kepadamu, karena uangnya akan aku gunakan untuk membeli keperluan lainnya.
Aku juga menjual Papan Ski, sepda, dan sepatu rodamu.
Silahkan Kamu check tentang "Parents Bill of Rights," (Hak hak orang tua),  sekarang aku juga akan memberlakukan hal itu." kataku kemudian.


Hey, hey, apa yang kamu lakukan, kamu menangis? dan kenapa kamu berlutut?
Apakah kamu berdoa agar tuhan menolongmu? mengapa tidak meminta tolong C.S.D?

Sepasang Sepatu

Suatu hari seorang bapak tua akan berpergian dengan menaiki bis kota. la ingin mengunjungi cucunya yang sangat ia sayangi. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga sebuah Bis, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalanan. Namun sayang, pintu telah tertutup dan bus sudah melaju. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang cukup jauh jaraknya. Situasi yang tidak memungkinkan bagi bapak tua itu untuk mengambilnya kembali. Ia tidak dapat mengambilnya lagi.

Merasakan hal tersebut, si bapak tua dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela bus. Seorang anak muda yang duduk disebelahnya merasa heran, kemudian bertanya kepada si bapak tua, "Maaf, mengapa Bapak membuang sepatu yang satunya?"
"Oo..itu..supaya siapa pun yang menemukan sepatu saya tadi bisa memanfaatkannya." Jawab bapak tua itu dengan santai. "dan aku sudah tidak dapat menggunaknnya bukan?"

Anak muda itu pun terdiam dan merenung, berusah memahami kejadian yang baru saja ia saksikan.
Pesan Moral :
Sikap bapak tua dalam kisah di atas adalah contoh Orang yang merdeka dan bebas. la telah dapat melepaskan dari kata benda atau harta. la sangat berbeda dengan sebagian besar manusia yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena memang menginginkannya, atau bahkan karena tidak ingin orang lain memilikinya 
Sepatu tersebut, tidak akan bisa diambil kembali, sedangkan sepatu yang dipakai bapak tua itu sudah tidak berguna jika hanya ada satu buah. Itulah mengapa ia melemparnya di satu tempat. Agar orang lain yang menemukannya dapat menggunakan sepatu itu. Sungguh Bapak tua yang baik.

Friday, May 1, 2015

Anjing yang Bisa Berbicara

Seorang pria sedang mengendarai mobilnya di seputar Tennessee dan melihat papan pengumuman di depan sebuah rumah; "DIJUAL, seekor anjing yang bisa Berbicara.

Pria itu merasa tertarik untuk melihatnya. Dia berhenti dan menekan bel pintu. Pemilik rumah pun keluar dan berkata kepadanya bahwa anjing itu ada di halaman belakang. Pria itu pergi menuju halaman belakang dan melihat seekor anjing Labrador retriever sedang duduk disana.

"Apakah kamu bisa berbicara?" Tanya pria itu.
"Ya." jawab si anjing.
"Jadi, apakah kamu punya sebuah cerita untukku?" tanya pria itu lagi.
Anjing itu memandang ke langit dan berkata, "Hmm,. Aku mengetahui bahwa aku bisa berbicara semenjak aku masih sangat muda. Aku ingin membantu pemerintah, jadi aku berkata kepada CIA tentang keahlianku, dan dalam waktu singkat, mereka memerintahkanku untuk pergi berpindah pindah antar negara. Aku duduk didalam ruangan bersama para mata-mata dan para pemimpin dunia, karena tidak akan ada orang yang mengira bahwa seekor anjing akan ikut mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Aku merupakan mata mata yang paling bisa diandalkan pada saat saat seperti itu."

Anjing itu kemudian meneruskan ceritanya, "Namun berpindah pindah antar negara sungguh melelahkan, jadi aku memutuskan untuk keluar dari CIA dan hidup menetap. Aku kemudian Mendaftar untuk bekerja di subuah Airport sebagai satuan pengamanan yang tugas utamanya adalah penyamaran yang mengawasi orang orang dengan perilaku mencurigakan dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Aku berhasil membongkar sebuah penyelendupan narkoba dan kemudian aku dianugerahi beberapa mendali. Aku menikah, memiliki beberapa ekor anak, dan sekarang aku sudah pensiun."

Pria itu terpana mendengar cerita si anjing. Dia segera masuk ke rumah si pemilik dan bertanya apakah dia boleh memiliki anjing itu.
"10 $" kata si pemilik.
"Hanya 10$? Anjing itu sungguh menakjubkan, Mengapa anda mau menjualnya dengan begitu murah?" Tanya pria itu heran sambl mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Because he's a liar. He never did any of that stuff."
"Karena Anjing itu Pembohong. Dia tidak pernah melakukan hal itu sama sekali." jawab si pemilik dengan santai.

Pacitan Tourism